Rabu, 05 Juni 2013

makalah Manajemen Organisasi



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang  Masalah
Sesungguhnya mulai kapan teori manajemen itu ada? Yaitu mulai sejak para pelaku usaha berkecimpung memikirkan upaya terbaik dalam aktifitas manajemen tertuang dalam sejarah perkembangan manajemen dalam kurun waktu tertentu. Manajemen adalah praktik melaksanakan usah terbaik sehingga dari sejarah pemikiran manajemen kita dapat belajar dari kegagalan dan keberhasilan orang-orang terdahulu yang menerapkan konsep manajemen berdasarkan pemikiran pada kurun waktu tertentu dengan kasus tertentu pula.
       Dalam pendidikan, manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Dipilih manajemen sebagai aktivitas, bukan sebagai individu, agar konsisten dengan istilah administrasi dengan administrator sebagai pelaksananya dan supervisi dengan supervisor sebagai pelaksananya. Kepala sekolah misalnya bisa berperan sebagai administrator dalam mengemban mis atasan, sebagai manajer dalam memadukan sumber-sumber pendidikan, dan sebagai supervisor dalam membina guru-guru pada proses belajar mengajar (Pidarta: 1988).

1.2. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memperdalam pengetahuan kami dalam materi MANAJEMEN ORGANISASI serta  memenuhi tugas dari dosen DOSEN yaitu, Bapak M. Fadhli M.Pd
1.3. METODE DAN TEKNIK PENULISAN
Dalam penulisan makalah ini kami menggunakan metode KEPUSTAKAAN



BAB II
PEMBAHASAN
2.1.   Pengertian Manajemen
  Kata manajemen  berasl dari bahasa italia (1561) manegiare yang berarti “mengendalikan’’ terutama pengendalian kuda yang berasal dari bahasa latin manus yang berarti tangan. Kata inilalu berpengaruh dari bahasa Prancis manage yang berarti kepemilikan kuda(yang bersal dari Bahasa Inggris yang berarti seni pengendalian kuda). Dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis mengadopsi kataini dari bahasa inggris menjadi manegementyang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.[1]
Menurut Mary Parker Follet mendenefisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Denefisi ini berarti  bahwa seorang manajer bertugas mengatur da mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan masayarakat.
Menurut Stoner manajemen adalah proses perncanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapi tujuan organisasi yang telah ditetapkan.[2]
 Manajemen secara harfiah, berasal dari bahasa latin yaitu “manus” yang berarti “tangan” atau bisa juga diartikan sebagai kekuatan atau kekuasaan dan “agree” yang berarti “melakukan, melaksanakan, mengelolah, mengarahkan, dan memperdayakan”. Untuk sementara, dapat kita diartikan bahwa manajemen melakukan dengan tangan, kekuatan dan kekuasaan.
 Ada beberapa pendapat dibawah ini mengenai pengertian manajemen, antara lain :
1.      Menurut H. koontz dan O’Donnel (Principles of Management)manajemen merupakan “usaha memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan”. (Handayaningrat, 1984: 19).
2.      Dr. R. Makharita yang diperbantukan dipusat Adm Negara 1977-1980 mendenefisikan bahwa manajemen “pemanfaatan sumber-sumber yang tersedia atau yang berpotensi dalam pencapaian tujuan” (handayaningrat,1984:19).
 Pengertian manajemen dapat ditinjau dari beberapa pengertian yaitu, Perhatikan table
berikut ini
Managemen sebagai proses
Managemen sebagai kolektivitas manusia
Manajemen sebagai ilmu (science) dan seni
·      Pelaksanaan tujuan tertentu dilaksanakan  dan diawasi.
·      Fungsi untuk mencapai tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individ. untuk mencapai tujuan
·      Cara pencapain tujuan yang  telah ditentukan terlebih dahulu dengan malalui kegiatan orang lain
Merupakan suatu kumpulan dari individu-individu yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Kolektivitas inilah yang disebut dengan managemen sedangkan orang yang bertanggung jawab terhadap kegiatan managemen disebut manager.
Menghubungkan aktivitas manajemen dengan prinsip-prinsip manajemen-manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain

 Dari denefisi diatas disebut diatas, dapat kita dipahami bahwa manajemen itu kajiannya
menekankan pada proses mengatur, adanya kerja sama antar berbagai unsur dalam organisasi usaha pemanfaatkan sumber daya yang dimiliki organisasi dan adanya tujuan yang jelas.
2.2.    Sejarah perkembangan Manajemen
Sejarah perkembangan ilmu manajemen ditandai dengan adanya beberapa kejadian besar di dunia ini. Semua itu bukan terjadi dengan sendirinya, tetapi berkat adanya perilaku yang mengarah pada konsep manajemen. Namun dulu kala belum dikenal kata Manajemen tetapi pola kerja mereka sudah menunjukkan bahwa mereka sudah bermanajemen yang baik. Berikut ini bukti fisik dari kemanjuan manajemen yaitu :

*      Mesir Kuno (300 SM), ditandai dengan pembuatan piramida.
*      Mooney (1800 an ) muncul manajemen (perinsifp staf dalam gereja aktolik).
*      Di Indonesia 1886, ditandai dengan pembuatan Candi Borobudur dan Candi prambanan.

2.3.   Perkembangan Teori Manajemen
Apa yang telah dikenal oleh Owen dan Babbage pada akhir abad 19 memberikan konstribusi
yang berharga bagi para praktisi manajemen bahwa organisasi bisnis perlu dikelola secara benar, terutama jika organisasi tersebut berskala besar dan melibatkan banyak sekali orang dan sumber daya yang harus dikelola. Konstrinusi Owen dan dan Babbge seolah telah membukakan mata

para praktisi bisnis pada saat itu bagaimana seharusnya bisnis dijlankan. Bermunculan pula setelah itu berbagai teori dalam ilmu manajemen.
 Perkembangan pemikiran manajemen sebagai praktik yang dilandasi konsep teori adalah sebagai berikut :
1.         Manajemen Ilmiah
       Frederick W. Tailor (1856-1915). Manajemen mula-mula dikembangkan oleh Frederick W. Tailor sekitar 1900-an. Dikenal dengan sebutan Bapak manajemen ilmiyah[3]. Seorang ahli teknik mesin bekerja di Pabrik Baja Midvale Steel Company Philadelphia (USA). Ia berusaha meningkatkan produktivitas kerja berdasarkan waktu dan gerak aktivitas dalam bukunya Scientific Management.
Manajemen ilmiyah dianggap sebagai penerapan studi, Analisis dan perencnaan masalah-masalah organisasi. Arti yang lain, manajemen ilmiyah berarti seperangkat manajemen Ilmiah berarti seperangkat mekanisme atau teknik guna peningkatan efisiensi dan efektifitasorgansasi. Fungsi-funfsi manajemen berupa Planning, Organizing dan Directing (POD). Empat prinsip dasar pemikiran manajemen Ilmiyah Taylor :
a.       Setiap pekerjaan diuraikan menurut bagian-bagiannya. Pekerjaan  harus diseleksi dan dilatih.
b.      Harus ada rencanayang baik antara pekerja dan manajer.
c.       Harus ada pembagian kerja (Batas Pekerjaan) antara Manajer dan para pekerja.
d.      Manajer harus menjalankan kegiatan supervisi, pemberian perintah dan merancang (Mengonsep)apayang dikerjakan serta pekerjaan harus rileks dalam melekukan tugasnya.
Henry L. Gant (1861-1919) sanagt tertarik tentang cara-cara peningktan efesien dan
efektivitas kerja. Untuk itu ia berusaha meningkatkan sistem kerja oraganisasi dengan Kontribusi
menggunakan Jadwal Kerja (Time Schedulle) yang terencana dan diagram batang (Bar Chart)  Mendapat (Gantt Chart). Henry L Gantt mengembangkan empat prinsip Taylor, Yakni :
a.       Kerja sama harus saling menguntungkan kedua belah pihak anatara manajemen dan pekerja.
b.      Seleksi Ilmiah Pekerja
c.       Sistem bonus untuk merangsang Pekerja.
d.      Instruksi-instrksi kerja yang dirinci harus digunakan.
 Frank dan Lilian Gilberth (1868 – 1924 dan 1878 – 1972). Kontributor utama kedua dalam aliran manajemen ilmiyah adalah pasangan suami istri Frank Gilbreth dan Lilian Gilbreth. Frank Gilbreth, Seorang pelopor pengembangan studi gerak dan waktu, menciptakan berbagai teknik manajemen yang diilhami Taylor. Dia sanagt tertarik terhadap masalah efisiensi, terutama untuk menemukan cara terbaik pekerjaan suatu petugas[4].
Harrington Emerson (1853-1931) 12 Prinsip Efisien yaitu :
1.      Tujuan-tujuan dirumuskan denagn jelas.
2.      Kegiatan yang dilakukan masuk akal.
3.      Adanya staf yang cakap.
4.      Disiplin.
5.      Balas jasa yang adil.
6.      Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat, ajeksistem informasi dan akuntansi.
7.      Pemberian perintah perencanaan dan pemungutan kerja.
8.      Adanya standar-standar dan penjadwal.
9.      Kondisi yang memiliki standar.
10.  Oprasi yang memilki standar.
11.  Instrujsi-instruksi tertulis yang memilki standar.
12.  Ganjaran akibat efisiensi.

2.         Teori Organisasi  Klasik
Tokoh-tokoh teori organisasi klasik antara lain yaitu :
1.         Fayol
        Fayol adalah seorang industrialis Perancis. Fayol mengatakan bahwa teori dan teknik
administrasi merupakan dasar pengelolaan organisasi yang kompleks, ini diungkapkan dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et General atau Gneral and Industrial Management yang ditulis pada tahun 1908 oleh Constance Storrs[5].
Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme. Fayol Selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen, yaitu :
1. Teknik Produksi dan Manufakturing Produk.
2. Komersial.
3. Keuangan.
4. Keamanan,
5. Akuntansi
 6. Manajerial.
Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :
1.      Devisi kerja              Adanya spesialisasi dalam pekerjaan 
2.      Otoritas               Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi.
3.      Disiplin              Melakukan apa yang sudah menjadi persetujuan bersama.
4.      Kesatuan Komando                Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab.
5.      Kesatuan Arah               Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer.
6.      Minat Individu              Kepentingan seseorang tidak boleh di atas kepentingan bersama atau organisasi.
7.      Penggajian              Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan, kompensasi.
8.      Sentralisasi               Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan.
9.      Rentang Kendali               Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali ke kuasaan terakhir.
10.  Perintah              Disini berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya berdasarkan pada kemampuan.
11.  Pemerataan              Persamaan perlakuan dalam organisasi.
12.  Stabilitas Personalia               Seorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan barunya agar dapat berhasil dengan baik.
13.  Inisiatif              Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan di dalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan dan menyelesaikan rencananya.
14.  Semangat Tim              Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggaan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps.
2.         James D. Mooney
Eksekutif General Motors, mengkategorikan prinsip-prinsip dasar manajemen tertentu. Dia mendenefisiskan organisasi sebagai sekelompok, dua atau lebih, orang yang bergabung untuk tujuan tertentu. Menurut Mooney, untuk merancabg organisasi perlu diperhatikan empat kaedah yaitu[6] :
1.      Koordinasi             Syarat-syarat adanya koordinasi meliputi wewenang, saling melayani, perumusan masalah, dan disiplin.
2.      Prinsip skalar            Proses scalar mempunyai prinsip, prospek dan pengaruh sendiri yang tercernin dari kepemimpinan, delegasi, denefisi fungsional.
3.      Prinsip fungsional              adanaya fungsionalisme bermacam-macam tugas yang berbeda.
4.      Prinsip staf             kejelasan perbedaan antara staf dan lini.  
3.         Mary Parker Follett (1868 1933)
Follett  adalah ahli ilmu pengetahuan sosial pertama yang menerapakan psikologis pada perusahaan industri dan pemerintah. Dia memberikan sumbangan besar dalam bidang manajemen melalui aplikasi praktik ilmu-ilmu social dalam administrasi perusahaan. Dia menulis panjang lebar tentang kreaktivitas, kerja sama antara menajer dan bawahan, koordinasi dan pemechan konflik.
Follett percaya bahwa konflik dapat dibuat dengan penggunaan proses integrasi dimana orang-orang yang terlibat mencari jalan pemecahan bersama perbedaan-perbedaan diantara mereka. Dia juga menguraikan suatu pola organisasi yang ideal dimana manajer  mencapai koordinasi melalui komunikasi yang terkendali dengan para karyawan.
        Follett menjembatani antara teori klasik dan hubungan manusiawi, dimana pemikiran Follett pada
teori kalsik tapi memperkenalkan unsur-unsur hubungan manusiawi. Dia menerapkan psikologi dalam perusahaan, industri dan pemerintahan. Konflik yang terjadi dalam perusahaan dapat dibuat konstruktif dengan menggunakan proses integrasi.

3.     Aliran Hubungan Manusiawi (Neo Klasik)
Aliran timbul karena pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efieiensi dalam produksi
dan keselarasan kerja. Para pakar mencoba melengkapi organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi. Tokoh-tokoh aliran hubungan manusiawi antara lain :
1.      Hugo Munsterberg (1862 1916)
Hugo merupakan pencetus psikologi industri sehingga dikenal sebagai bapak psikologi industri.
Bukunya yaitu Psikology and Industrial Efficiensy, menguraikan bahwa untuk mencapai tujuan produktivitas harus melakukan tiga cara pertama penemuan best possible person, kedua penciptaan best possible work dan ketiga penggunaan best possible effect.
2.      Elton Mayo
      Terkenal dengan percobaan-percobaan Howthorne, dimana hubungan manusiawi menggambarkan manajer bertemu atau berinteraksi dengan bawahan. Bila moral dan efisiensi kerja memburuk, maka hubungan manusiawi dalam organisasi juga akan buruk.



BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan Secara keilmuan, manajemen baru terumuskan kurang lebih di abad 18 atau awal abad 19 Masehi. Diantara tokoh-tokoh yang mula-mula memperkenalkan manajemen secara keilmuan adalah Robert Owen (1771-1858) dan Charles Babbage (1972-1871). Owen seorang pembaru dan indrustrialisasi dari Inggris adalah di antara tokoh pertama yang menyatakan perlunya sumber daya manusia di dalam organisasi dan kesejahteraan pekerja. Sedangkan Babbage seorang ahli matematika dari Inggris orang yang pertama kali berbicara mengenai pentingnya efisiensi dalam proses produksi. Dia meyakini akan perlunya pembagian kerja dan perlunya penggunaan matematika dalam efisiensi penggunaan fasilitas dan material produksi (Ernie dan Saefullah: 2005).
  2. Perkembangan teori manajemen dimulai dari teori manajemen klasik dengan pemikiran manajemen ilmiah dari Taylor dan teori organisasi klasik dari Mayo. Manajemen ilmiah menekankan pada upaya menemukan metode terbaik untuk melakukan tugas manajemen secara ilmiah. Sedangkan teori organisasi klasik menekankan pada kebutuhan mengelola organisasi yang kompleks yang mefokuskan pada upaya menetapkan dan menerapkan prinsip dan ketrampilan yang mendasari manajemen yang efektif . perkembangan yang memberik focus yang sangat berbeda dari teori manajemen klasik disebut teori manajemen neoklasik yang ditandai dengan perubahan fokus manajemen yang lebih menekankan pada perilaku baik pada perilaku manusia maupun perilaku organisasi. Manajemen yang baik menurut teori neo klasik ini adalah manajemen yang mefokuskan diri pada pengelolaan staf secara efektif yang didasari akan pemahaman yang mendalam dari segi sosiologis maupun psikologis. Perkembangan selanjutnya yaitu dengan menekankan pendekatan sistem yang dipersatukan dan diarahkan dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan. Namun saat ini penerapan manajemen didasarkan pada pendekatan kontingensi yang memadukan antara aliran ilmiah dengan perilaku dalam suatu sistem yang diterapkan menurut situasi dan lingkungan yang dihadapai.

DAFTAR PUSTAKA

Fahmi, Irham.2012.Manajemen Kepemimpinan Teori dan Aplikasi.Bandung: Alfabeta CV.

Chaniago, Nasru Syukur.2011.Manajemen Organisasi.Bandung: Cita Pustaka Media Perintis.

Mesiono.2010.Manajemen Organisasi.Bandung: Cita Pustaka Media Perintis, 2010

Handoko, T. Hani.1986.Manajemen.Yogyakarta: BPFE.

Usman, Husaini.2011.Manajemen.Jakarta: Bumi Aksara.








[1] Mesiono, Manajemen dan Organisasi, (Bandung: Cita Pustaka Media Printis, 2010), hal.1.
[2] James A.F. Stoner, Management, Prentice \ Hall Internasional, Inc, Englewood Cliffs, New York, 1982, hal 8.
[3] Sukanto R & T. Hani Handoko, Organisasi Perusahaan : Teor dan Prilaku, BPFE, Yogyakarta, hal 14-15
[4] Nasrul Sakur Chaniago, (Bandung, Cita Pustaka Media Perintis : 2011), hal 46.
[5] Hendri Fayol, General And Industri Management, Sir Issac Pitman Of Sons Ltd, London, 1995. 
[6] James D. Mooney, The Principles Of Organization, edisi revisi, Harper & Brothers Publishers, New York, 1947.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar