BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Sesungguhnya mulai kapan teori manajemen itu
ada? Yaitu mulai sejak para pelaku usaha berkecimpung memikirkan upaya terbaik
dalam aktifitas manajemen tertuang dalam sejarah perkembangan manajemen dalam
kurun waktu tertentu. Manajemen adalah praktik melaksanakan usah terbaik
sehingga dari sejarah pemikiran manajemen kita dapat belajar dari kegagalan dan
keberhasilan orang-orang terdahulu yang menerapkan konsep manajemen berdasarkan
pemikiran pada kurun waktu tertentu dengan kasus tertentu pula.
Dalam pendidikan, manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Dipilih manajemen sebagai aktivitas, bukan sebagai individu, agar konsisten dengan istilah administrasi dengan administrator sebagai pelaksananya dan supervisi dengan supervisor sebagai pelaksananya. Kepala sekolah misalnya bisa berperan sebagai administrator dalam mengemban mis atasan, sebagai manajer dalam memadukan sumber-sumber pendidikan, dan sebagai supervisor dalam membina guru-guru pada proses belajar mengajar (Pidarta: 1988).
Dalam pendidikan, manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Dipilih manajemen sebagai aktivitas, bukan sebagai individu, agar konsisten dengan istilah administrasi dengan administrator sebagai pelaksananya dan supervisi dengan supervisor sebagai pelaksananya. Kepala sekolah misalnya bisa berperan sebagai administrator dalam mengemban mis atasan, sebagai manajer dalam memadukan sumber-sumber pendidikan, dan sebagai supervisor dalam membina guru-guru pada proses belajar mengajar (Pidarta: 1988).
1.2. TUJUAN PENULISAN
Adapun
tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memperdalam pengetahuan kami dalam
materi MANAJEMEN ORGANISASI serta
memenuhi tugas dari dosen DOSEN yaitu, Bapak M. Fadhli M.Pd
1.3. METODE
DAN TEKNIK PENULISAN
Dalam
penulisan makalah ini kami menggunakan metode KEPUSTAKAAN
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Manajemen
Kata manajemen berasl dari bahasa
italia (1561) manegiare yang berarti “mengendalikan’’ terutama pengendalian
kuda yang berasal dari bahasa latin manus yang berarti tangan. Kata inilalu
berpengaruh dari bahasa Prancis manage yang berarti kepemilikan kuda(yang
bersal dari Bahasa Inggris yang berarti seni pengendalian kuda). Dimana istilah
Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis mengadopsi kataini
dari bahasa inggris menjadi manegementyang memiliki arti seni melaksanakan dan
mengatur.[1]
Menurut Mary Parker Follet
mendenefisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang
lain. Denefisi ini berarti bahwa seorang
manajer bertugas mengatur da mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan
masayarakat.
Menurut
Stoner manajemen adalah proses perncanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya
organisasi lainnya agar mencapi tujuan organisasi yang telah ditetapkan.[2]
Manajemen
secara harfiah, berasal dari bahasa latin yaitu “manus” yang berarti “tangan”
atau bisa juga diartikan sebagai kekuatan atau kekuasaan dan “agree” yang
berarti “melakukan, melaksanakan, mengelolah, mengarahkan, dan memperdayakan”.
Untuk sementara, dapat kita diartikan bahwa manajemen melakukan dengan tangan,
kekuatan dan kekuasaan.
Ada beberapa
pendapat dibawah ini mengenai pengertian manajemen, antara lain :
1. Menurut
H. koontz dan O’Donnel (Principles of Management)manajemen merupakan “usaha
memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan”. (Handayaningrat, 1984: 19).
2. Dr.
R. Makharita yang diperbantukan dipusat Adm Negara 1977-1980 mendenefisikan
bahwa manajemen “pemanfaatan sumber-sumber yang tersedia atau yang berpotensi
dalam pencapaian tujuan” (handayaningrat,1984:19).
Pengertian
manajemen dapat ditinjau dari beberapa pengertian yaitu, Perhatikan table
berikut
ini
|
Managemen sebagai
proses
|
Managemen sebagai
kolektivitas manusia
|
Manajemen sebagai
ilmu (science) dan seni
|
|
·
Pelaksanaan tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
·
Fungsi untuk mencapai tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi
usaha-usaha yang dilakukan individ. untuk mencapai tujuan
·
Cara pencapain tujuan yang telah
ditentukan terlebih dahulu dengan malalui kegiatan orang lain
|
Merupakan
suatu kumpulan dari individu-individu yang bekerjasama untuk mencapai tujuan
bersama. Kolektivitas inilah yang disebut dengan managemen sedangkan orang
yang bertanggung jawab terhadap kegiatan managemen disebut manager.
|
Menghubungkan
aktivitas manajemen dengan prinsip-prinsip manajemen-manajemen sebagai seni
dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain
|
Dari denefisi diatas disebut diatas, dapat
kita dipahami bahwa manajemen itu kajiannya
menekankan
pada proses mengatur, adanya kerja sama antar berbagai unsur dalam organisasi
usaha pemanfaatkan sumber daya yang dimiliki organisasi dan adanya tujuan yang
jelas.
2.2.
Sejarah perkembangan Manajemen
Sejarah
perkembangan ilmu manajemen ditandai dengan adanya beberapa kejadian besar di
dunia ini. Semua itu bukan terjadi dengan sendirinya, tetapi berkat adanya
perilaku yang mengarah pada konsep manajemen. Namun dulu kala belum dikenal
kata Manajemen tetapi pola kerja mereka sudah menunjukkan bahwa mereka sudah
bermanajemen yang baik. Berikut ini bukti fisik dari kemanjuan manajemen yaitu
:
2.3.
Perkembangan
Teori Manajemen
Apa yang telah dikenal
oleh Owen dan Babbage pada akhir abad 19 memberikan konstribusi
yang berharga bagi para praktisi
manajemen bahwa organisasi bisnis perlu dikelola secara benar, terutama jika
organisasi tersebut berskala besar dan melibatkan banyak sekali orang dan
sumber daya yang harus dikelola. Konstrinusi Owen dan dan Babbge seolah telah
membukakan mata
para praktisi bisnis pada saat itu
bagaimana seharusnya bisnis dijlankan. Bermunculan pula setelah itu berbagai
teori dalam ilmu manajemen.
Perkembangan pemikiran manajemen sebagai
praktik yang dilandasi konsep teori adalah sebagai berikut :
1.
Manajemen
Ilmiah
Frederick W. Tailor (1856-1915).
Manajemen mula-mula dikembangkan oleh Frederick W. Tailor sekitar 1900-an.
Dikenal dengan sebutan Bapak manajemen ilmiyah[3].
Seorang ahli teknik mesin bekerja di Pabrik Baja Midvale Steel Company
Philadelphia (USA). Ia berusaha meningkatkan produktivitas kerja berdasarkan
waktu dan gerak aktivitas dalam bukunya Scientific Management.
Manajemen
ilmiyah dianggap sebagai penerapan studi, Analisis dan perencnaan
masalah-masalah organisasi. Arti yang lain, manajemen ilmiyah berarti
seperangkat manajemen Ilmiah berarti seperangkat mekanisme atau teknik guna
peningkatan efisiensi dan efektifitasorgansasi. Fungsi-funfsi manajemen berupa
Planning, Organizing dan Directing (POD). Empat prinsip dasar pemikiran
manajemen Ilmiyah Taylor :
a. Setiap
pekerjaan diuraikan menurut bagian-bagiannya. Pekerjaan harus diseleksi dan dilatih.
b. Harus
ada rencanayang baik antara pekerja dan manajer.
c. Harus
ada pembagian kerja (Batas Pekerjaan) antara Manajer dan para pekerja.
d. Manajer
harus menjalankan kegiatan supervisi, pemberian perintah dan merancang
(Mengonsep)apayang dikerjakan serta pekerjaan harus rileks dalam melekukan
tugasnya.
Henry
L. Gant (1861-1919) sanagt tertarik tentang cara-cara peningktan efesien dan
efektivitas
kerja. Untuk itu ia berusaha meningkatkan sistem kerja oraganisasi dengan
Kontribusi
menggunakan
Jadwal Kerja (Time Schedulle) yang terencana dan diagram batang (Bar Chart) Mendapat (Gantt Chart). Henry L Gantt
mengembangkan empat prinsip Taylor, Yakni :
a. Kerja
sama harus saling menguntungkan kedua belah pihak anatara manajemen dan
pekerja.
b. Seleksi
Ilmiah Pekerja
c. Sistem
bonus untuk merangsang Pekerja.
d. Instruksi-instrksi
kerja yang dirinci harus digunakan.
Frank dan Lilian Gilberth (1868 – 1924 dan
1878 – 1972). Kontributor utama kedua dalam aliran manajemen ilmiyah adalah
pasangan suami istri Frank Gilbreth dan Lilian Gilbreth. Frank Gilbreth,
Seorang pelopor pengembangan studi gerak dan waktu, menciptakan berbagai teknik
manajemen yang diilhami Taylor. Dia sanagt tertarik terhadap masalah efisiensi,
terutama untuk menemukan cara terbaik pekerjaan suatu petugas[4].
Harrington Emerson (1853-1931) 12
Prinsip Efisien yaitu :
1. Tujuan-tujuan
dirumuskan denagn jelas.
2. Kegiatan
yang dilakukan masuk akal.
3. Adanya
staf yang cakap.
4. Disiplin.
5. Balas
jasa yang adil.
6. Laporan-laporan
yang terpercaya, segera, akurat, ajeksistem informasi dan akuntansi.
7. Pemberian
perintah perencanaan dan pemungutan kerja.
8. Adanya
standar-standar dan penjadwal.
9. Kondisi
yang memiliki standar.
10. Oprasi
yang memilki standar.
11. Instrujsi-instruksi
tertulis yang memilki standar.
12. Ganjaran
akibat efisiensi.
2.
Teori
Organisasi Klasik
Tokoh-tokoh teori organisasi klasik antara lain
yaitu :
1.
Fayol
Fayol adalah
seorang industrialis Perancis. Fayol mengatakan bahwa teori dan teknik
administrasi merupakan dasar pengelolaan organisasi yang
kompleks, ini diungkapkan dalam bukunya yang berjudul Administration
Industrielle et General atau Gneral and Industrial Management yang ditulis pada
tahun 1908 oleh Constance Storrs[5].
Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu
perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan
pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme. Fayol Selanjutnya
membagi enam kegiatan manajemen, yaitu :
1. Teknik Produksi dan Manufakturing Produk.
2. Komersial.
3. Keuangan.
4. Keamanan,
5. Akuntansi
6.
Manajerial.
Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen,
yaitu :
1.

Devisi kerja Adanya
spesialisasi dalam pekerjaan
2.
Otoritas Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah
dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi.
3.
Disiplin Melakukan
apa yang sudah menjadi persetujuan bersama.
4.
Kesatuan Komando
Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk
menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab.
5.
Kesatuan Arah
Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus
diarahkan oleh seorang manajer.
6.
Minat Individu
Kepentingan seseorang tidak boleh di atas kepentingan bersama atau
organisasi.
7.
Penggajian Gaji bagi
pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan, kompensasi.
8.
Sentralisasi
Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan.
9.
Rentang
Kendali Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang
bermula dari dan kembali ke kuasaan terakhir.
10.
Perintah Disini
berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya
berdasarkan pada kemampuan.
11.
Pemerataan Persamaan
perlakuan dalam organisasi.
12.
Stabilitas Personalia
Seorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan
barunya agar dapat berhasil dengan baik.
13.
Inisiatif Bawahan
diberi kekuasaan dan kebebasan di dalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan
dan menyelesaikan rencananya.
14.
Semangat Tim
Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlu
memiliki kebanggaan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang
tercermin dalam semangat korps.
2.
James D. Mooney
Eksekutif General Motors, mengkategorikan
prinsip-prinsip dasar manajemen tertentu. Dia mendenefisiskan organisasi
sebagai sekelompok, dua atau lebih, orang yang bergabung untuk tujuan tertentu.
Menurut Mooney, untuk merancabg organisasi perlu diperhatikan empat kaedah
yaitu[6]
:
1.
Koordinasi
Syarat-syarat adanya koordinasi meliputi wewenang, saling melayani,
perumusan masalah, dan disiplin.
2.
Prinsip skalar Proses
scalar mempunyai prinsip, prospek dan pengaruh sendiri yang tercernin dari
kepemimpinan, delegasi, denefisi fungsional.
3.
Prinsip fungsional
adanaya fungsionalisme bermacam-macam tugas yang berbeda.
4.
Prinsip staf kejelasan
perbedaan antara staf dan lini.
3.
Mary Parker Follett (1868 1933)
Follett adalah ahli
ilmu pengetahuan sosial pertama yang menerapakan psikologis pada perusahaan
industri dan pemerintah. Dia memberikan sumbangan besar dalam bidang manajemen
melalui aplikasi praktik ilmu-ilmu social dalam administrasi perusahaan. Dia
menulis panjang lebar tentang kreaktivitas, kerja sama antara menajer dan
bawahan, koordinasi dan pemechan konflik.
Follett percaya bahwa konflik dapat dibuat dengan penggunaan
proses integrasi dimana orang-orang yang terlibat mencari jalan pemecahan
bersama perbedaan-perbedaan diantara mereka. Dia juga menguraikan suatu pola
organisasi yang ideal dimana manajer
mencapai koordinasi melalui komunikasi yang terkendali dengan para
karyawan.
Follett menjembatani antara teori klasik dan hubungan manusiawi, dimana pemikiran Follett pada
Follett menjembatani antara teori klasik dan hubungan manusiawi, dimana pemikiran Follett pada
teori
kalsik tapi memperkenalkan unsur-unsur hubungan manusiawi. Dia menerapkan
psikologi dalam perusahaan, industri dan pemerintahan. Konflik yang terjadi
dalam perusahaan dapat dibuat konstruktif dengan menggunakan proses integrasi.
3. Aliran Hubungan Manusiawi (Neo Klasik)
Aliran timbul karena pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan
efieiensi dalam produksi
dan keselarasan
kerja. Para pakar mencoba melengkapi organisasi klasik dengan pandangan
sosiologi dan psikologi. Tokoh-tokoh aliran hubungan manusiawi antara lain :
1.
Hugo Munsterberg (1862 1916)
Hugo merupakan pencetus psikologi industri sehingga dikenal sebagai bapak psikologi industri.
Hugo merupakan pencetus psikologi industri sehingga dikenal sebagai bapak psikologi industri.
Bukunya yaitu Psikology and Industrial
Efficiensy, menguraikan bahwa untuk mencapai tujuan produktivitas harus
melakukan tiga cara pertama penemuan best possible person, kedua penciptaan
best possible work dan ketiga penggunaan best possible effect.
2.
Elton Mayo
Terkenal dengan
percobaan-percobaan Howthorne, dimana hubungan manusiawi menggambarkan manajer
bertemu atau berinteraksi dengan bawahan. Bila moral dan efisiensi kerja
memburuk, maka hubungan manusiawi dalam organisasi juga akan buruk.
BAB
III
PENUTUP
- Kesimpulan Secara keilmuan, manajemen baru terumuskan kurang lebih di abad 18 atau awal abad 19 Masehi. Diantara tokoh-tokoh yang mula-mula memperkenalkan manajemen secara keilmuan adalah Robert Owen (1771-1858) dan Charles Babbage (1972-1871). Owen seorang pembaru dan indrustrialisasi dari Inggris adalah di antara tokoh pertama yang menyatakan perlunya sumber daya manusia di dalam organisasi dan kesejahteraan pekerja. Sedangkan Babbage seorang ahli matematika dari Inggris orang yang pertama kali berbicara mengenai pentingnya efisiensi dalam proses produksi. Dia meyakini akan perlunya pembagian kerja dan perlunya penggunaan matematika dalam efisiensi penggunaan fasilitas dan material produksi (Ernie dan Saefullah: 2005).
- Perkembangan teori manajemen dimulai dari teori manajemen klasik dengan pemikiran manajemen ilmiah dari Taylor dan teori organisasi klasik dari Mayo. Manajemen ilmiah menekankan pada upaya menemukan metode terbaik untuk melakukan tugas manajemen secara ilmiah. Sedangkan teori organisasi klasik menekankan pada kebutuhan mengelola organisasi yang kompleks yang mefokuskan pada upaya menetapkan dan menerapkan prinsip dan ketrampilan yang mendasari manajemen yang efektif . perkembangan yang memberik focus yang sangat berbeda dari teori manajemen klasik disebut teori manajemen neoklasik yang ditandai dengan perubahan fokus manajemen yang lebih menekankan pada perilaku baik pada perilaku manusia maupun perilaku organisasi. Manajemen yang baik menurut teori neo klasik ini adalah manajemen yang mefokuskan diri pada pengelolaan staf secara efektif yang didasari akan pemahaman yang mendalam dari segi sosiologis maupun psikologis. Perkembangan selanjutnya yaitu dengan menekankan pendekatan sistem yang dipersatukan dan diarahkan dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan. Namun saat ini penerapan manajemen didasarkan pada pendekatan kontingensi yang memadukan antara aliran ilmiah dengan perilaku dalam suatu sistem yang diterapkan menurut situasi dan lingkungan yang dihadapai.
DAFTAR PUSTAKA
Fahmi, Irham.2012.Manajemen
Kepemimpinan Teori dan Aplikasi.Bandung: Alfabeta CV.
Chaniago, Nasru
Syukur.2011.Manajemen Organisasi.Bandung: Cita Pustaka Media Perintis.
Mesiono.2010.Manajemen
Organisasi.Bandung: Cita Pustaka Media Perintis, 2010
Handoko, T.
Hani.1986.Manajemen.Yogyakarta: BPFE.
Usman,
Husaini.2011.Manajemen.Jakarta: Bumi Aksara.
[1] Mesiono, Manajemen dan
Organisasi, (Bandung: Cita Pustaka Media Printis, 2010), hal.1.
[2] James A.F. Stoner, Management,
Prentice \ Hall Internasional, Inc, Englewood Cliffs, New York, 1982, hal 8.
[3] Sukanto R & T. Hani Handoko,
Organisasi Perusahaan : Teor dan Prilaku, BPFE, Yogyakarta, hal 14-15
[4] Nasrul Sakur Chaniago, (Bandung,
Cita Pustaka Media Perintis : 2011), hal 46.
[5] Hendri Fayol, General And
Industri Management, Sir Issac Pitman Of Sons Ltd, London, 1995.
[6] James D. Mooney, The Principles
Of Organization, edisi revisi, Harper & Brothers Publishers, New York,
1947.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar